Cara menumbuhkan phytoplankton pada saat Persiapan Kolam Lele

Dipostingkan Oleh RDOne Barakah pada Kamis, 20 Juni 2013 - Diupdate Pada: Kamis, Juni 20, 2013

Jika diperhatikan pada artikel-artikel pembuatan/persiapan kolam sebelumnya, bsa dilihat bahwa warna air sebelum penebaran bibit terlihat berwarna hijau bersih. padahal, saat air dimasukan kondisi dan warna airnya biasa saja. Hal ini disebabkan didalam kolam telah terjadi pertumbuhan phytoplankton pada kolam yang menjadikan air menjadi hijau.

Kondisi air yang telah ditumbuhi phytoplankton
Apakan ini penting? well pertanyaan ini agak sulit dijawab, bisa penting ataupun tidak, namun menurut pegalaman penulis, hal ini memang sangat penting karena kondisi ini menunjukan bahwa air/kondisi kolam sudah siap untuk ditebar bibit.

Kondisi seperti ini pada saat persiapan tebar Bibit, ini sangat penting sekali dilakukan, karena hal ini dilakukan untuk membuat lingkungan air yang nyaman untuk hidup bibit-bibit lele. Pada Lingkungan air yang berwarna Hijau daun maka Suplai Oksigen (O2) dari hasil fotosintesa sangat membantu untuk kenyamanan hidup bibit. Disamping Phytoplankton ini juga sebagai selimut alami yang berfungsi menjaga kestabilan fluktuasi suhu air perbedaan pada siang Hari dan malam harinya.

Namun beberapa peternak tidak menjumpai hal ini, kenapa? dan apa penyebabnya?. hal yang paling sering terjadi adalah peternak sering kali tidak sabar untuk menebar kolam, sehingga kondisi kolam belum mencapai pada konsisi puncaknya. Atau juga penanganan dan pengelolaan kolam yang kurang baik, misal tidak memberikan pupuk kandang pada kolam, dan lain sebagainya.

Akibatnya apa? sering kali meningkatnya tingkat kematian dari lele itu sendiri, atau pertumbuhan lele yang tidak/jauh dari yang diharapkan. Nah bagaimana cara menumbuhkan phytoplankton pada kolam lele kita?
Berikut beberapa tahapan yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan phytoplankton pada kolam kita::
  • Masukkan air bersih, kalau air dari sawah atau sungai karena sudah mengandung bibit phytoplankton dan kadar Bahan Organik yang terlarut relatif lebih tinggi, maka akan lebih mudah dalam pembentukan warna airnya. Tetapi apabila sumber airnya adalah air dari sumber mata air atau sumur, maka perlu dipancing dengan adanya pemupukan menggunakan pupuk Kandang sebanyak 0,5 Kg/M3 (Istilahnya Teh Celup Lele).
  • Untuk yang menggunakan air sungai atau air sungai, harap siperhatikan apakah air kolam/sungai sudah tercemar polutan atau belum, jika sudah keruh atau berbau sebaiknya pakai air sumur sja.
  • Bila diperlukan Tambahkan Probiotik secukupnya
  • Pada kolam tanah kemungkinan akan lebih mudah dalam membuat warna air cepat menjadi Hijau, sedangkan pada kolam plastik atau beton agak lebih sulit. 
  • Hal yang perlu diperhatikan adalah, pada kolam tanah mudah sekali menjebak kotoran atau Bahan Organik, maka akan mudah didapat kondisi lingkungan yang cepat subur diumur masa budidaya diatas 60 hari, sehingga sering terjadi gejolak penyakit yang disebabkan oleh penurunan daya dukung lingkungan kolam karena kotoran yang berlebih. Sehingga diperlukan PERAWATAN AIR.
  • Pada kolam Plastik atau Beton, pada awalnya memang sulit untuk membetuk warna air, tetapi seiring dengan waktu berjalan dan bertambahnya pengalaman kita dalam mengolah air maka justru pada jenis kolam ini mudah sekali mengontrol tingkat kesuburan dalam kolam.
CATATAN: bagi yang menggunakan Teknik Teh Celup Lele, maka kondisi ini dicapai setelah 7-14 Hari pasca pencelupan pupuk organik.
Mudah mudahan artikel ini bisa mermanfaat, jika ada yang mempunyai ide lain bisa didiskusikan di forum atau di kotak komentar. 

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

25 comments:

  1. bang saya bikin pankton(penghijau kolam) dari daun paya.di tumbuk kemudian saya ceburin kekolan nah yang ini bukan teh celup melainkan teh tubruk kolam lele,pertanyaan saya,apakah hal ini ada efek sampingnya pada lele nantinya?terimakasih salam sukses

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf gan setau ane daun pepaya itu untu menyetabilkan kolam. Kalau untuk mengompos kolam, kita pake kohe+garam yang di larutkan kedalam air dengan maksud mengkondisikan air supaya nanti tercipta lingkungan kolam yang ideal untuk pertumbuhan lele.

      Jadi penggunaannya/aplikasinya memang sedikit berbeda.

      Kalau masalah efek sampingnya pasti ada, cuma masalahnya efek sampingnya baik atau buruk gan.

      Tapi kalau daun pepaya saya rasa bagus gan

      Untuk diskusi masalah ini silahkan diskusi di Forum Komunitas Lele Sangkuriang gan

      Hapus
  2. Balasan
    1. Kohe=Kotoran Hewan, ada juga yang menyebut dengan pupuk kandang

      Hapus
  3. Gan, apakah dalam persiapan kolam, perlu ditaburkan juga pupuk Urea dan Dolomit. Sy pernah baca di buku seperti itu. Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung teknik yang agan gunakan, untuk organik, tidak perlu sama sekali

      Hapus
  4. Gan ane mau nanya gmn perhitungan pemberian pakan ikan ukuran 8-10cm dengan jumlah lele 1000
    Yg kita perlukan pakan perharinya brp kilo gan?
    Terimakasih

    BalasHapus
  5. Pemberian kohe itu langsung di taburin ke kolam apa di masukin ke karung dulu baru di celup gan...? soalnya ane baca yg tehnik sperti pake karung tadi...
    kira2 bagus yg mana gan.... thnk' before...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pake karung gan, kalo langsung dimasukin kolamnya kotor dan nanti malah bau

      Hapus
  6. Gan saya coba pake kotoran kelinci yang dimasukan dalam karung tapi ko airnya malah berwarna coklat bukan hijau. Terus airnya berbau dan banyak jentik nyamuknya. Kira-kira kenapa yah gan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. baunya seperti comberan. baunya berasal dari kohe yang direndam gan. jadi airnya ikut bau juga. pas saya lepas bibit ga ada yang mati & lincah ngejarin jentik nyamuk. setelah sekitar 4 hari air mulai berubah ijo tua & ga ada baunya lagi. tapi lele saya malah banyak yang mati & tegak kaya tiang listrik di permukaan. rata-rata yang mati ada koreng putih di badanya & ada juga yg perutnya buncit gan.

      Hapus
    2. Hmmmm, harusnya setelah berjalan 7-10 hari, kolam sudah tidak akan berbau lagi dan siap tebar

      Hapus
    3. setelah 7 - 10 hari air tidak berbau, klo masih berbau ada kesalahan dalam fermetasi... biar cepat terbentuk dan hilang bau nya tambahin EM4 aja

      Hapus
  7. awalnya emeng berbau kah gan?
    petani lele di daerah saya sih bilangnya airnya belum matang makanya berbau

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo pengalaman ane sih, bau hanya pas masukin kohe aja, bau dari kohenya, setelah 1 atau 2 jam saja bau kohenya dah hilang karena kandungan pada kohe dah nyebar di air, setelah itu air gak bau

      Hapus
  8. Bang,
    kohe nya dibakar dulu baru dimasukin,apa yang masih kohe biasa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak perlu di bakar dulu langsung masukin aja

      Hapus
  9. gan kalo boleh ane tau perbandingan kohe:garamnya brapa?
    itu garamnya garam dapur biasa gan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Garamnya disesuaikan saja, garam berfungsi untuk membunuh bakteri merugikan

      Hapus
  10. sangat bermanfaat gan,.... jempol deh.. saya lagi bikin empang buat ternak nila jadi ngerasa kebantu dengan artikel ini... tingkyu....

    BalasHapus
  11. Wah masukan agan2 ckp mmbntu, thenks

    BalasHapus

Cari Artikel Budidaya


Kirim postingan terbaru ke Email