Utama » , , » Membuat filter penjernih air untuk Kolam Lele Sangkuriang

Membuat filter penjernih air untuk Kolam Lele Sangkuriang

Dipostingkan Oleh RDOne Barakah pada Minggu, 28 April 2013 - Diupdate Pada: Minggu, April 28, 2013

Air merupakan komponen yang sangat penting saat berhubungan dengan lele sangkuriang. Yup karena air memang temat hidupnya. Air juga bisa jadi merupakan faktor terbesar dalam meraik kesuksesan ternak lele sangkuriang. 

Lalu bagaimana jika ingin beternak lele sangkuriang namun kondisi air di dekat lokasi  lebih keruh, kotor, kuning, coklat, atau bahkan berwarna hitam dan memiliki bau tak sedap? Hmm tentunya diperlukan solusi untuk mengatasi masalah ini. salah satu cara yang paling mudah dan murah adalah dengan membuat saringan sederhana dari bahan-bahan yang ada disekitar kita. selain murah, bahan-bahannya pun harus mudah didapat. berikut adalah cara untuk membuat saringan sederhana.

Alat dan Bahan:

1. Drum bekas


Atau


2. Batu Kali



3. Ijuk



4. Pasir Halus



5. Arang batok kelapa


6. Kerikil


7. Bak Penampungan (Opsional)



Cara membuat:

Rakit bahan-bahan diatas seperti pada Skema berikut:

Diambil dari Direktorat Pengembangan Air Minum

Skema ini diambil dari Direktorat Pengembangan Air Minum, jadi cukup terjamin skemanya hehe.

Masih menurut Direktorat Pengembangan Air Minum, Pada mulanya air yang dihasilkan tidak terlalu jernih, tapi lama kelamaan ± 10 menit kemudian air akan menjadi jernih. Sedangkan untuk debit air yang dihasilkan, hasilnya akan tergantung pada ukuran saringan dan keran/saluran tempat keluarnya air bersih.

Untuk perawatan saringan air sederhana tersebut, bersihkanlah saringan air tersebut secara rutin setiap 2-3 bulan sekali terutama bila debit air yang keluar semakin kecil atau bila kualitas air yang dihasilkan mulai berkurang (menjadi keruh). Cara membersihkannya cukup dengan mengeluarkan semua isi saringan (injuk, pasir, kerikil, dsb) lalu cuci bersih semuanya dan jemur hingga kering. Bila telah kering masukkan dan susun kembali bahan-bahan tersebut ke dalam saringan seperti semula. Untuk menjaga kualitas saringan air, gantilah injuk yang digunakan paling lama setiap 6 bulan sekali.

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

5 comments:

  1. assalamu'alaikum?
    perkenalkan saya yogi dari kebumen,saya mau tanya di antara lapisan filter di dalam drumnya adakah pembatasnya semisal papan atau langsung ditumpuk saja semisal lapisan bawah batu lalu ditimpa langsung dengan kerikil lalu ditimpa langsung dengan arang lalu pasir halus?
    oh iya itu pasirnya pakai pasir laut yah om?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam

      Antara lapisan tidak perlu diberikan batasan langsung ditumpuk saja, tapi usahakan agar antar lapisan tidak terlalu bercampur

      Pasir yang bisa digunakan adalah pasir kali (yang biasa dipakai buat bangunan)

      Hapus
  2. Assalamualaikum pak opik
    Saya Dedy dari Jambi, Saya juga sedang mengusahakan membuat penyaring air menggunakan media tersebut, tapi kok aliran air ke bawahnya semakin kecil ya, sekarang saya mencoba menggunakan wadah kotak yang saya gali kedalam tanah, dan saya buat sekat2 dan mengisinya dengan Ijuk, Arang, Kerikil, Batu Kali dan terakhir kerikil lagi, memang airnya lebih cepat tapi masih berbau, mohon solusinya pak opik.. wasallam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bau ini bisa dihilangkan dengan menambahkan arang batok kelapa pak

      Hapus
  3. saran saja... klu bisa diganti dengan baik lain... misal plastik dlll
    karena dalam jangka waktu tertentu mudah busuk ... dan bila jadi sumber penyakit

    BalasHapus

Cari Artikel Budidaya


Kirim postingan terbaru ke Email