Utama » , , , , , » Hasil Penelitian Herbal Lele Sangkuriang Abah Nasrudin Bogor

Hasil Penelitian Herbal Lele Sangkuriang Abah Nasrudin Bogor

Dipostingkan Oleh RDOne Barakah pada Minggu, 29 Desember 2013 - Diupdate Pada: Minggu, Desember 29, 2013

HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM SAMPLE CAIRAN "HERBAL LELE" ABAH NASARUDIN BOGOR PADA BBAP UJUNG BATEE ACEH

Seperti yang kami sebutkan pada artikel sebelumnya, bahwa sang Maestro Lele Indonesia Abah Nasarudin dari Bogor itu akan mengajarkan semua hal tentang Budidaya Ikan Lele yang baik kepada siapapun yang datang berguru padanya, kecuali satu hal yang ia rahasikan, yaitu Herbal Lele hasil produksi-nya yang diberikan kepada para Sarjana Lele Indonesia (SLI).
Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data

Setiap orang yang datang belajar budidaya lele pada Farm milik Abah Nas di Bogor itu selalu diberi oleh-oleh saat pulang ke daerah masing-masing berupa 1 (satu) botol Herbal Lele tersebut. Penggunaan herbal itu sendiri kabarnya hanya sekali saja dilakukan pada saat mempersiapkan air kolam hingga air berubah warnanya menjadi hijau sebelum benih ikan ditebarkan. Selanjutnya untuk menghijaukan air kolam-kolam berikutnya cukup diberi pancingan air kolam yang sudah hijau karena herbal tersebut.

Apa sesungguhnya kandungan dari Herbal Lele yang dirahasiakan oleh si pembuatnya itu? Mas Mohamad Sholihin dari Kota Bogor juga mengirimkan sample cairan Herbal Lele produksi Abah Nas itu ke Kota Banda Aceh untuk di periksa juga oleh Prof Ibnu Sahidhir di Laboratorium Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee, Provinsi Aceh.

Berikut hasil pemeriksaan sementara terhadap kandungan isi Herbal Lele itu :
  1. Cairan Herbal Lele Abah Nasarudin ber-bau Asam Laknat.
  2. Terdapat banyak Paramecium yang bergerak dengan menggetarkan silianya. Paramecium adalah salah satu protista mirip hewan. Protista ini berukuran sekitar 50-350 um. Protista ini memiliki dua inti dalam satu sel, yaitu inti kecil (Mikronukleus) yang berfungsi untuk mengendalikan kegiatan reproduksi, dan inti besar (Makronukleus) yang berfungsi untuk mengawasi kegiatan metabolisme, pertumbuhan, dan regenerasi. Paramecium bereproduksi secara aseksual (membelah diri dengan cara transversal), dan seksual (dengan konjugasi).
  3. Terdapat banyak bakteri asam laktat (Lactic Acid Bacteria), adalah kelompok bakteri gram-positif yang tidak membentuk spora dan dapat memfermentasikan karbohidrat untuk menghasilkan asam laktat. Berdasarkan taksonomi, terdapat sekitar 20 genus bakteri yang termasuk bakteri asam laktat. Beberapa bakteri asam laktat yang sering digunakan dalam pengolahan produk pangan adalah Aerococcus, Bifidobacterium, Carnobacterium, Enterococcus, Lactobacillus, Lactococcus, Leuconostoc, Oenococcus, Pediococcus, Streptococcus, Tetragenococcus, Vagococcus, dan Weissella.

    Bakteri asam laktat dapat melindungi dari pencemaran bakteri patogen, meningkatkan nutrisi, dan berpotensi memberikan dampa positif bagi kesehatan manusia.

    Kehadiran bakteri asam laktat yang sangat banyak dan padat pada cairan Herbal Abah Nas ini diduga dari hasil Fermentasi air seni dan kotoran hewan (kambing) beserta buah-buahan, dedaunan atau akar pohon tertentu.
  4. Terdapat unsur pelepah pohon pisang.
  5. Cairan herbal terdapat banyak kotoran.
  6. Kandungan herbal secara umum adalah amoniak hewan dan fosfat.

Kesimpulan sementara :

Isi herbal lele produksi Abah Nasarudin Bogor diduga terbuat dari hasil fermentasi air seni dan kotoran hewan (diduga kambing) dengan buah-buahan/pohon/akar tumbuhan tertentu sehingga menghasilkan banyak Paramecium dan bakteri asam laktat (Lactic Acid Bacteria).

Dibutuhkan waktu dan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui komposisi bahan yang digunakan untuk produk herbal tersebut.

Penggunaan kotoran hewan sebagai pendukung budidaya ikan lele sebaiknya dihindari karena dikhawatirkan dapat memicu kehadiran bakteri gram negatif seperti E-coli (Escherichia coli). Kini negara-negara di Eropa sangat mewapadai penyebaran bakteri E-Coli ini, mereka bahkan melarang mengimpor produk makanan dari sejumlah negara Asia yang dideteksi mengandung bakteri E-Coli.

Terlampir foto-foto hasil pemeriksaan Herbal Lele produksi Abah Nasarudin menggunakan mikroskop digital milik Laboratorium BBAP Ujung Batee Aceh:

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Terdapat banyak Paramecium dan bakteri asam laktat (Lactic Acid Bacteria) pada sample cairan
Herbal produksi Abah Nasaruddin Bogor

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Terdapat banyak kotoran hewan (diduga potongan kotoran kambing) pada sample cairan
Herbal produksi Abah Nasaruddin Bogor

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Terdapat banyak kotoran hewan (diduga potongan kotoran kambing) pada sample cairan
Herbal produksi Abah Nasaruddin Bogor


Semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita semua.

Ucapan Terima Kasih kami kepada :
  1. Prof Ibnu Sahidhir, di Kota Banda Aceh
  2. Mohamad Sholihin, di Kota Bogor
  3. Seluruh teman-teman anggota group KLS yang telah memberikan dukungan moril-nya atas kelancaran kegiatanyang dimaksud serta terimakasih juga kepada Admin group KLS yang telah memberikan ruang untuk penyebarluasan informasi ini ke seluruh Indonesia.


Ane selaku admin mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya Kepada Achmad Jauhari Arie yang sudah mau meng-share hasil penelitian ini kepada kita semua.


Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

11 comments:

  1. mhn bantuan admin., bagaimana saya bisa mendapatkan / membeli herbal tersebut?
    trims atas bantuannya.

    BalasHapus
  2. Bisa langsung datang ke Gadog Bogor, tempat kediaman Abah nasrudin, atau bisa menghubungi Lulusan Pelatihan Lele Sangkuriang Abah Nasrudin di daerah Bapak tinggal

    BalasHapus
  3. Saya msh bingung dg Bos jawaban diatas, katanya semua sarjana lele indonesia {SLI} diajarkan semua kecuali satu hal yaitu herbal (berarti SLI gk diksih tau cara bikin/meramu herbal tsb) trus klo menghub. lulusan SLI untuk apa Bos_ kan mereka gk bisa bikin/meramux?
    trims.
    (sorry msh bingung)

    BalasHapus
  4. Saya msh bingung dg Bos jawaban diatas, katanya semua sarjana lele indonesia {SLI} diajarkan semua kecuali satu hal yaitu herbal (berarti SLI gk diksih tau cara bikin/meramu herbal tsb) trus klo menghub. lulusan SLI untuk apa Bos_ kan mereka gk bisa bikin/meramux?
    trims.
    (sorry msh bingung)

    BalasHapus
  5. itu ramuan herbal boong-boongan... biar dapet untung...
    malah lebih jos kalo diganti ramuan yg udah jelas merknya...
    seperti : em4,soc hcs,ton,hormonik,dll
    gak usah ikut2 pelatihan segala...
    informasi byk di buku2 atw internet

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak, kalo yang ini hukan boongan, sudah diuji oleh banyak orang termasuk ane sendiri.

      Alga yang dihasilkan dari ramuan ini juga sudah diteliti dan diakui banyak pihak. Pelatihan itu perlu, karena bagaimanapun pengalaman yang didapat dari pelatihan dibanding membaca buku akan sangat jauh berbeda.

      tapi tentu semua harus sesuai kebutuhan

      Hapus
    2. Apa beda dgn link yg sblmnya ente kirim?
      Apa herbal ini bs menghilangkan bakteri dari proses pengomposan?

      Hapus
  6. Salam kenal mas saya orang awam dibidang lele mau tanya
    1.fungsi dari ramuan ini untuk apa ya menumbuhkan plangton atau gimana?
    2.kalau saya liat liat di internet ada sistem bioflog ada yang boster ada yang pake ramuan (sperti yang mas paparkan pakai fases kambing dstnya) yang menurut anda pertumbuhan lele bisa seragam yang mana?tp kalo yang bio flog saya cari cari masih susah unyuk menemukan cara caranya
    3.saya cb dikolam kecil uk 0.5x0.5x2.5 di isi 200ekoruntuk pembesaran dr pertama menggunakan pakan pelet tanpa di bibis air cepet bau max 2hr dah bau banget setelah saya bibis max 3hr bau lagi kalo pas bau pasti saya ganti full airnya cara saya ini tanpa tambahan apa apa misal probiotik dll,cara menghilangkan bau yang bagus gimana ya ?(saya menggunakan kolam semen bekas ikan hias karena saya pengen melakukan pembesaran lele makasaya ganti)
    4.sebelum sayabganti air saya sedot pake selang tanpa pompa dan saya lihat kotoran yang di bawah itu tidak terlalu kotor justru di airnya itu keruh jadi saya bingng nyedotnya,air yang keruh ini bekas feses atau muntahan pakan ya?untuk pemberian pakan saya tidak pernah berlebihan saya membeeikan 4x pagi siang sore dan malam
    Mohon percerahannya mas terimakasih

    BalasHapus
  7. 2-3 kali dah cukup pak, lele saya aja tk ksh 2x sehari gpp asal dosisnya disesuaikan. Mgkn takaran pemberian pakannya tu yg trlalu banyak. Air keruh tdk mslh asl ikan sehat n klo dah parah biasanya bau airnya ga enak bkn amis lagi. Tu dah waktunya hrs segera kuras 30-50% n isi air baru. Klo msh bibit perhatiin ikannya saja klo siang n sore sblm dikasih pakan gmn, klo bnyk yg menggantung ato dah ada yg oleng biasanya saya tdk mau ambil resiko lgsg gnti air saja. N tambahin probiotik yg bs dicampur buat bibis pakan. Insyaallah selang bbrp jam ilan lgsg fit, dg catatan ikan hny dlm kondisi stres. Klo sakit, hbs kuras lgsg ksh obat juga, usahain blajar pke obat2 organik aja daun2an bnyk infonya tgl search d google.

    BalasHapus

Cari Artikel Budidaya


Kirim postingan terbaru ke Email