Utama » , , , , , » Aneh tapi Nyata Budidaya Lele Sangkuriang

Aneh tapi Nyata Budidaya Lele Sangkuriang

Dipostingkan Oleh RDOne Barakah pada Jumat, 08 November 2013 - Diupdate Pada: Jumat, November 08, 2013

Ini Pengalaman pribadi, Saya bingung, bener-bener bingung, banyak sekali yang membicarakan masalah mengenai air cepet bau, cepet kotor, dsb. Ini pengalaman saya ya, saya tidak pernah mengalami yang namanya ganti air, air kolam bau, bahkan air sisa panen, bisa langsung dipake untuk pembesaran berikutnya. paling banter air di saring dari kotoran gedenya (kayak lumpur). Padahal saya gak pake probiotik, gak pake obat2 kimia, dll. Tetangga juga tidak pernah protes karena air bau, karena memang tidak ada bau menyengat yang ditimbulkan.

Saya pernah mengalami masalah lele yang menggantung pada 1-2 hari setelah tebar, tapi biasanya ke-3 nya udah normal lagi.Apakah ada yang istimewa dengan apa yang saya lakukan?Entahlah sulit saya jelaskan, karena jelas saya hanya mengikuti tutor yang diberikan oleh "guru" lelenya. Kalo kata ustad ane Sami'na Waato'na (apa yang didengan dilaksanakan).

Lha trus apakah kita tidak boleh berimprovisasi? tentu saja boleh bahkan harus, namun itu tentu dilakukan setelah kita memahami betul teknik/cara yang akan kita improvisasi. Misal yang saya lakukan adalah improvisasi pakan, kolam, dan sistem pemberian pakan. namun itu dilakukan setelah melewati tahapan yang diberikan oleh "si embah guru" hehe.

Jadi jika ada permasalahan pada ternak lele kita, tanyakan kembali pada diri kita:
  1. Apakah Teknik pemeliharaan yang kita gunakan?
  2. Sudah benarkah/sesuaikah implementasi/pelaksanaan pemeliharaan yang kita lakukan dengan teknik yang dipakai?
  3. Adakah perubahan tata cara (modifikasi) dari sistem yang kita pakai?
  4. Apakah kita yakin sistem pemeliharaan yang kita lakukan sesuai dengan yang ada pada SOP teknik yang diginakan (misal SOP Organik, SOP Ventury, SOP Bioflok, dll)
Jika jawabannya YA, berarti kita tinggal cari penyelesaian/solusi untuk penanganan masalah pada sistem sesuai dengan sistem yang kita gunakan. Misal Jika pakai Organik, cari Solusi untuk Teknik organik.

Jika jawabannya ada yang TIDAK, tinggal dikembalikan lagi polanya ke sistem yang digunakan.

Yah ini sekedar sharing pengalaman saja, sekedar unek-unek yang ingun saya utarakan supaya ga timbul jerawat hehe.
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

0 comments:

Posting Komentar

Cari Artikel Budidaya


Kirim postingan terbaru ke Email