Utama » , , , , » Jangan ternak Lele Sangkuriang!, Benarkah?

Jangan ternak Lele Sangkuriang!, Benarkah?

Dipostingkan Oleh RDOne Barakah pada Senin, 02 September 2013 - Diupdate Pada: Senin, September 02, 2013

Judulnya serem. Jangan ternak Lele Sangkuriang!, gak nguntungin, cuma buang-buang duit saja. Entah berapa banyak yang menyarankan seperti itu, baik yang serius atau sekedar sambil lalu . Apa benar ya? sebenarnya banyak alasan yang merka utarakan, dan gak ada salahnya direnungkan. beberapa alasan yang dikemukakan adalah sebagai berikut:
  1. Ternak Lele Rugi
  2. Lele Harganya Murah
  3. Lele Itu Jorok, gak banyak yang suka
  4. Gak higienis.
  5. dll
Gambar zuberinsights.com
Wow, banyak juga ya, tapi kalo difikirikan dan kita renungkan sejenak, bener gak sih bisnis lele merugikan? hehe ini alasan yang cukup menggelikan buat saya. Kenapa? karena gak ada alasan yang menyebutkan kalo bisnis lain gak bakalan rugi, hehe. Rugi atau tidaknya suatu bisnis tergantung bagaimana cara kita mengelolanya. buktinya banyak orang yang sukses dan merapu puluhan bahkan ratusan juta rupiah perbulannya dari bisnis lele (salah satu contohnya: Fauzan, Sukses di Bisnis Lele Sangkuriang (Kisah Sukses)).

Lele itu murah? kata siapa? jangankan lele baju, motor, mobil semua barang ada yang mahal, ada yang murah. Tergantung bagaimana dan kepada siapa kita menjualnya. Kalau kemasannya bagus, promosinya oke, terus sasaran penjualannya pada orang-orang yang menenyukai lele harganya tentu saja akan tinggi. Apalagi jika hasil panen diolah telebih dahulu (misalnya: pecel lele, kerupuk, dll) pasti akan lebih menguntungkan dan bernilai tinggi.

Nah untuk yang satu ini, dulunya saya setuju, bahwa lele itu jorok, makanannya kotoran, dll. Namun dengan teknik yang sekarang dikembangkan pada Lele Sangkuriang (Teknik Budidaya Organik), saya rasa alasan ini sudah tidak relevan lagi. ditambah lagi pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan menjadikan budidaya lele tidak lagi sembarangan. Bahkan untuk memberikan limbah sisa saja (misal: ayam tiren, sosis, telur, dll) harus di olah telebih dahulu supaya layak.

Lele gak higienis? Untuk masalah ini memang perlu waktu menyadarkan baik peternak maupun pencinta lele untuk merubah image ini. Perlahan tapi pasti harus dapat merubah pola perkembang biakan lele menjadi lebih baik dan sehat, baik dengan mengubah kolam, melakukan management air, melakukan proteksi benih, management pakan, dll.

Satu hal yang sering terjadi saat akan memulai ternak lele, orang sering berifikir beternak lele itu mudah, asal ada kolam, ada air (air comberan pun jadi, karena lele ikan yang kuat), asal ada bibit maka udah bisa bisnis lele. Saya bisa pastikan ini adalah KESALAHAN PERTAMA DAN SANGAT FATAL YANG ANDA BUAT. karena jika caranya seperti ini maka hasilnya pun akan asal.

Ada beberapa pondasi dalam beternak lele sangkuriang:
  1. Managemen Kolam
  2. Management Bibit
  3. Management Air
  4. Management Pakan
Keempat prinsip dasar ini kalo kata senior saya sih seperti roda mobil, jika salah ban meletus, maka laju mobil tidak akan baik, begitupun dengan prisnip ini, kalo salah satunya tidak di jalankan dengan baik maka hasilnyapun akan kurang baik.

Arikel ini saya buat dengan maksud untuk sedikit share supaya dalam usaha ternak lele ini benar-benar serius, tidak hanya sekedar coba-coba dan menyerah saat mengalami kerugian. Semoga peternak lele di Indonesia semakin Makmur, Adil, dan Sejahtera, Amiin.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

1 comments:

Cari Artikel Budidaya


Kirim postingan terbaru ke Email