Utama » , » Saran dari Senior yang perlu diketahui Pembudidaya Lele Sangkuriang

Saran dari Senior yang perlu diketahui Pembudidaya Lele Sangkuriang

Dipostingkan Oleh RDOne Barakah pada Senin, 20 Januari 2014 - Diupdate Pada: Senin, Januari 20, 2014

Saran ini bukan dari saya lho ya, ini adalah salah satu tema postingan yang ada di KLS (Komunitas Lele Sangkuriang) di Facebook. yang posting salah satu member KLS, yang saya kira sangat cocok/pantas untuk di ketahui baik oleh pemula ataupun bagi yang mau coba-coba beternak/budidaya lele (baik sangkuriang ataupun jenis lainnya).

Analisis, Tips dan Trik, Lele Sangkuriang
Namun kata-katanya sedikit saya ubah, semoga TS nya tidak marah ya. Nah ini dia Saran-sarannya


  1. Kalau mau menekuni bidudaya lele, awal-awal coba pelihara dulu 1 kolam, Pelajari apa bisa hidup dan kalau ternyata bisa, baru kemudian perlahan hasil dari 1 kolam tersebut pakai buat nambah kolam-kolam yang lainnya.
  2. Untuk awal budidaya, beli bibit terus sama penyedia bibit hingga suatu saat saya punya banyak kolam, ketika kesulitan mendapatkan bibit untuk kolam-kolam saya, akhirnya saya belajar memijahkan. Saya tidak beli indukan, dulu waktu kolam masih 1 buah. saya memang sengaja memisahkan beberapa pasang untuk dipelihara, akhirnya mereka yg jadi indukan.
  3. Klo ditanya soal treatment air, apa yg saya beritahukan ke kamu nanti belum tentu bisa kamu terapkan di kolam kamu, karena lokasi yang jauh berbeda dan kondisi air yg belum tentu sama, jadi kamu harus cari tahu dan pelajari sendiri tentang keadaan kolammu
  4. Saya menjual hasil panen saya ke pengepul, awalnya saya menerima orang-orang sekitar kalau mau beli ikan di kolam tapi akhirnya saya kerepotan sendiri, sekarang semua hasil panen saya lempar ke pengepul.
  5. Cari tahu apa di daerah tempat tinggal apa ada semacam asosiasi para peternak lele, kalau ada dan saya selalu tanya tentang harga pasar sama mereka sehingga pengepul tidak bisa main-main harga sama saya.
  6. Kalau ada orang-orang dari pemerintahan datang dan bilang mau mengadakan studi banding tanyakan ini pake dana APBD atau APBN dan tanyakan budgetnya, kebanyakan mereka studi-studi banding saja dan budget tersebut mereka makan sendiri padahal dari pusat ada peruntukan untuk petani yang disinggahi saat studi banding.
Menurut saya sayarnya keren dan masuk akal. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

3 comments:

  1. saya menambahkan 1 lagi, sebenarnya sederhana tapi kadang banyak juga yang tidak menyadari. yaitu pembelian bibit untuk pembesaran berdasar jenis sistim air. yang perlu diperhatikan adalah kolam yang akan anda gunakan untuk pembesaran menggunakan sistim air sirkulasi atau air diam. jika anda menggunakan sistim sirkulasi, yg perlu anda pastikan adalah bibit yang anda beli adalah bibit yang sehat, itu saja. tapi jika anda menggunakan sistim air diam, sebaiknya anda membeli bibit yang dilahirkan dan dikembangkan menggunakan sistim air diam tanpa sirkulasi, ini terkait dengan kondisi lingkungan bibit tersebut, banyak yang bingung kenapa kolam normal menggunakan air diam tanpa sirkulasi, beli bibit setelah dimasukkan ke kolam kok banyak yang mati? sederhana saja, "bibit berasal dari kolam pembibitan menggunakan sistim air sirkulasi kemudian berpindah ke kolam anda yang tidak menggunakan sirkulasi air". ini sama halnya dengan anda hidup di bumi, kemudian dipaksa hidup di mars, see? :)
    mari sama-sama belajar..
    salam..

    BalasHapus
  2. Bener itu mas. . Sy pernah tebar bibit dr kolam terpal ke kolam japung, alhasil bibit 5rb tinggal 1rb

    BalasHapus

Cari Artikel Budidaya


Kirim postingan terbaru ke Email