Utama » , , , , , , » Budidaya Lele Sangkuriang dengan Teknik Red Water System

Budidaya Lele Sangkuriang dengan Teknik Red Water System

Dipostingkan Oleh RDOne Barakah pada Minggu, 22 Desember 2013 - Diupdate Pada: Minggu, Desember 22, 2013

Wah ada informasi menarik dari KLS (Komunitas Lele Sangkuriang), Bahasannya tentang Red Water System. Red Water System menjadi salah satu cara baru dalam kegiatan budidaya ikan lele di Indonesia dengan memanfaatkan bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises dalam proses pembesaran benih ikan lele tanpa ganti air kolam hingga panen dengan cara fermentasi Yakult, Ragi Tape dan Molasses (Tetes Tebu / Gula Jawa / GulaMerah).

Jika selama ini para pembudidaya lele sangat khawatir dengan tumpukan kotoran ikan dan sisa pakan yang mengendap di dasar kolamnya dapat mengganggu kesehatan ikan. Namun dalam Red Water System ini kotoran-kotoran ikan itu justru menjadi kebutuhan makanan bagi bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises yang akan diserap sebagai pakan utamanya.

Red Water System, Artikel, Kolam Lele, Management Air, Padat Tebar, Panduan, Tips dan Trik


Agar tidak terjadi booming kotoran ikan yang tak terserap semua oleh kedua bakteri itu, maka penting untuk menempatkan Arang dipinggir-pinggir dinding kolam bagian dasar sebanyak 1 Kg/m3 yang berfungsi untuk menyerap sisa kotoran ikan yang tak dimakan oleh bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises di dalam air kolam lele.

Kolam Red Water System hanya ideal untuk penebaran benih ikan lele dalam jumlah 300 ekor/m3 (tanpa aerasi) dan 500 ekor/m3 (dengan bantuan aerasi) tanpa perlu ganti air hingga panen. Sistem ini sangat cocok bagi Anda yang terlalu sibuk dengan kegiatan lain ataupun yang malas berurusan dengan sedot-menyedot kotoran ikan lele di dasar kolam.

Proses Pembuatan Red Water System untuk Kolam Lele Sangkuriang

1. Bahan-Bahan :
  1. Air Bersih = 18 liter.
  2. Yakult = 4 botol.
  3. Ragi Tape = 2 butir
  4. Molasses (Tetes Tebu / Gula Jawa / Gula Merah) = 1 liter.
  5. Air Kelapa Murni (dari 1 butir buah kelapa yang sudah tua)
  6. Jerigen 20 liter = 1 unit

2. Cara Mengolah Bahan :
Masukkan air bersih 18 liter ke dalam Jerigen bersih, kemudian tuangkan 4 botol Yakult, 1 liter Molasses, 2 butir Ragi Tape (yg sudah di tumbuk halus) dan Air Kelapa Murni ke dalam Jeringen yang telah berisi air bersih. Kocok jerigen selama 1-2menit agar semua bahan2 terlarut merata.

Simpan jerigen beserta bahan-bahan tersebut selama 6-7 hari agar terjadi proses fermentasi dengan sempurna yang akan di tandai dengan cairan di dalam jerigen berubah warna menjadi coklat dan berbau alkohol.

3. Cara Aplikasi Bahan Pada Kolam Ikan Lele
Kolam yang telah berisi air bersih bebas kandungan logamberat beserta benih ikan lele diberi tetesan Fermentasi Yakult, Molasses, Ragi dan Air Kelapa yang sudah jadi di jerigen setiap hari secara merata ke seluruh permukaan kolam sebanyak :

Setiap 1 m3 (meter kubik) kolam, di teteskan 100 ml bahan fermentasi tersebut atau setara dengan 1/2 gelas Aqua.

Sisa bahan fermentasi tetap di simpan di dalam jerigen untuk digunakan lagi pada hari-hari berikutnya. Dan lakukan penetesan bahan fermentasi itu setiap hari dengan jarak waktu 24 jam hingga sampai saat panen.

Letakkan Arang dipinggir-pinggir dinding kolam bagian dasar sebanyak 1 Kg/m3 yang berfungsi untuk menyerap sisa kotoran ikan yang tak dimakan oleh bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises di dalam air kolam lele.

Akibat penetesan bahan fermentasi diatas setiap hari, maka dari hari ke hari air kolam akan berubah perlahan-lahan menjadi berwarna Merah,

Anda jangan panik dengan air menjadi berwarna Merah, karena sesungguhnya air kolam seperti itu dalam keadaan sangat sehat bagi ikan dan minim kotoran ikan karena telah jadi makan bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises dan juga diserap oleh Arang yang anda letakkan di dasar kolam.

Disarankan untuk memasang 2 titik selang aerasi udara, tujuan pemberian aerasi ini adalah untuk mengaduk bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises yang berada di dasar kolam agar dapat terus berada merata di semua area kolam.

4. Pemberian Pakan Ikan Lele
Pemberian pakan pelet pada ikan lele disarankan untuk dibibis dulu dengan air hangat dan di angin-anginkan sebelum ditebar ke kolam. Pelet yang kurang lembut sering menjadi penyebab perut ikan kembung dan luka pada usus yang akhirnya menimbulkan kematian pada benih.

Kasus perut kembung pada benih lele sering juga terjadi saat peralihan pelet misalnya dari FF 999 menuju ke 781 (-1) dan seterusnya.
----

Sumber :
Prof. Ibnu Sahidhir, Peneliti Bidang Perikanan pada Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee, Provinsi Acehuntuk disebarluaskan kepada seluruh pembudidaya ikan lele di seluruh Indonesia sebagai salah satu alternatif pilihan dalam pembesaran ikan lele yang mudah dan efesien.

Dirangkum dan ditulis oleh :
Achmad Jauhari (Arie), Direktur Utama Radio KISS FM dan KISS TV Kabel Banda Aceh.


Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

120 comments:

  1. Info Tambahan tentang RED WATER SYSTEM dari Prof. Ibnu :

    1. Penetesan bahan2 hasil fermentasi Yakult, Molases, Ragi, dan Air Kelapa sesuai dosis yang dianjurkan, hanya dilakukan hingga air kolam berubah berwarna menjadi Merah. Jika air kolam sudah berwarna Merah, maka penetesan hasil fermentasi tersebut harus dihentikan / di stop.

    Proses perubahan air kolam menjadi Merah saat diberikan tetesan bahan2 hasil fermentasi itu adalah, diawali dengan perubahan air kolam menjadi warna Hijau bila matahari terang terus menyinari air kolam, selanjutnya dari air Hijau akan berubah menjadi warna Coklat dan akhirnya air kolam berubah menjadi warna Merah. Ketika sudah berwarna Merah, penetesan bahan2 fermentasi di stop / dihentikan.

    Pada bagian lain, air kolam juga bisa berubah menjadi warna Hitam, jika proses penetesan bahan fermentasi pada air kolam tidak memperoleh sinar matahari yang cukup (karena sering hujan/mendung). Maka proses Red Water dapat disebut rusak, sebab itu sebelum air kolam menjadiwarna Hitam, maka segeralah air kolam di buang 10% dan di ganti dengan air yang baru 10% dan dilakukan dalam beberapa hari sambil terus diteteskan bahan2 hasil fermentasi tersebut sampai air berubah menjadi Merah.

    2. Jika suatu hari mencium air kolam Merah mulai berbau, maka kurangi pemberian pakan/pelet atau dipuasakan sehari yang disertai dengan memberikan Kapur Dolomit pada air kola
    .

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1.dosis yg dianjurkan itu berapa ?
      2.harus ditetesi setiap hari/seminggu sekali sampai air merah ?
      3.Apa benar padat tebar 300 ekor tidak perlu aerasi ?

      Hapus
  2. 1. Bagusan mana utk pemula dng sistem GWS atau RWS ini, mungkin lbh baik diulas juga ya mas?

    2. Oya, itu maksudnya arang, itu arang yg biasa dpake di tungku masak anglo itu kan? klo djogja yg buat kopi joss gtu deh, bener gk ya?

    3. Ini air merahnya dpt bertahan brp lama? apa cuma sekali proses pakai untuk sekali proses pembesaran lele sampe panennya? (anggap kata 2blnan) lalu dikuras abis dan dproses lg airnya dr awal sampe merah gtu lg? atau....????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemula saya sarankan pake teknik Organik saja pak, SOPnya sudah ada tinggal dijalankan

      Hapus
  3. maaf om kmaren sy ktinggalan,,,mu tnya untuk arang nya g perlu di gnti smpe panen y om??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba cek group facebook dan diskusikan disana

      Hapus
  4. Letakkan Arang dipinggir-pinggir dinding kolam bagian dasar sebanyak 1 Kg
    bukanya arang itu ngapung lkok di taruh didasar kolam.... gmn caranya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Arang bisa di ikat/bungkus menggunakan paranet/waring, lalu diberi pemberat, atau diikatkan di dasar kolam

      Hapus
  5. Om numpang nanya nih....
    Molasses itu apa sih??
    Trus tempat dapetinya dimana?
    Trimakasi sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetes tebu, bisa didapatkan ditoko pakan. namun jika kesulitan mendapatkn, bisa diganti dengan Gula Putih atau Gula Merah

      Hapus
    2. Takarannya berapa om?,trus gula merah/putihnya di gimanain?

      Hapus
    3. untuk 1 liter molase isa diganti dengan 1kg gula merah/putih trus cairkan dengan 1 liter air

      Hapus
  6. Mau tanya mas, fungsi rumput laut apa ya? Terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rumput laut yang mana ya? diatas gak dibahas rumput laut gan

      Hapus
  7. Gan, hbis semua bahan di campur itu kan harus di diamkan, apa wadah harus di tutup rapat atau agak longgar nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rapat bos, ini kan fermentasi anaerob (tnpa oksigen) cuma jangan lupa 1-2 hari sekali dibuka supaya tidak meledak jerigennya

      Hapus
  8. apakah sinarmatahari langsung sangat penting dalam proses sistem RWS ini gmana kalau posisi kolam dalam ruangan bagaimana solusinya
    tanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sinar matahari sangat penting baik untuk RWS maupun SIstem Lainnya. untuk didalam ruangan ane gak bisa ngasih saran gan ane belom pernah nyoba

      Hapus
  9. Air kelapa muda apa bisa dipake mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Air kelapa tua aja gan, kelapa mudanya buat agan aja biar seger. biasanya air kelapa tua dibuang, jadi ini yang dimanfaatin

      Hapus
  10. bisa saya simpulkan bahwa air kelapa muda bisa dipake ya pak?,trus untuk arangnya apa direndam di dasar kolam sampai panen atau setiap hari diangkat dikeringkan trus di rendam di dasar kolam lagi pak?mohon penjelasannya.sebelumnya saya ucapkan trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibiarkan saja do dalam kolam sampai panen

      Hapus
  11. pak klo padat tebar untk 1000/m per ekornya apa bisa dipakai system RWS ini?klo gak bisa apa solusinya untuk padat tebar selain bioflok ya pak?mohom pencerahannya......karena klo pake system bioflok terlalu rumit pak,mkasih sebelumnya.....

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. ragi tape yg mana tu? fungsinya ragi tape apa ya mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ragi tape yang bulat, yang biasa dipakai buat tape singkong atau ketan, fungsinya untuk fermentasi

      Hapus
  14. Agan RDone kalo tutorial/tata cara untuk Budidaya Lele Sangkuriang dengan Teknik Green Water System gimana? / ada ga artikel seperti diatas tapi yang untuk GWS nya?? link nya donk gan. TKS

    BalasHapus
    Balasan
    1. teknik organik merupakan salah satu cara GWS, ada juga yang enggunakan urea, cuma ane gak menyarankan cara ini

      Hapus
  15. OM RDone, pas masukin larutan fermentasi itu, bibit lelenya sudah dikolam atau air sudah jadi merah baru bibit di masukan? Matur nuwun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. masukin dulu larutan selama 4-7 hari, kemudian masukin lelenya, air gak akan merah kalo gak ada lelenya

      Hapus
  16. Di tempat sy klo siang matahari terik sekali, klo sore turun hujan. Apakah rws ini bisa di gunakan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa, cuma kalau intensitas hujannya sering, aplikasi di tambah dosisnya

      Hapus
    2. Fungsi kapur dolomit itu apa?
      Dan kapan digunakannya?

      Hapus
    3. Fungsi Dolomit sebagai penyangga PH air, digunakannya biasanya rutin seminggu sekali atau tergantung kebutuhan

      Hapus
  17. Dolomit wjib di tbur setiap seminggu sekli gan?atto liat kondisi air?

    BalasHapus
  18. Mohon pencerahanny.. saya telah mencoba seperti d atas. Setelah 2 hari berbau busuk.. apakh prosesnya seperti itu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang busuk apanya? Rabalnya atau Kolamnya?

      Hapus
  19. asalam Pak..? arang baiknya langsung di masukan ke kolam apa arangnya harus di cuci duluu pak...?? MAkasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. pak kalo buat penaburan dolomit'y bagiamana pak...? apa langsung ditabur dalam bentuk tepung , apa di masukin ke air dulu 1 ember terus di ambil airnya aja pak..? makasih.. :)

      Hapus
  20. Rabalnya om.. saya pake gula merah warnany jadi kuning kecoklatan.. berbau asam dan ada s3dikit gas yg kluar kayak soda bila d kocok.. apakah itu berhasil ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup memang seperti itu, apakah baunya seperti bau tape? jika ya berarti berhasil gan

      Hapus
  21. maaf mas,mau tany alagi. saya sdh bikin campuran RWS sesuai petunjuk, hasilnya cairannya bau busuk sangat menyengat ,bau busuknya sprt makanan basi yg tersimpan seminggu. berhasil tdk itu ya mas?.trimakasih

    BalasHapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  23. Kalo ragi tape sama ragi tempe sama ngga mas ?

    BalasHapus
  24. Ikutan tanya nih..maklum masih plonco mas...sistem RWS ini bisa untuk pembenihan lele tidak mas??? kalo bisa berapa dosisnya yang tepat...terima kasih...salam patilers

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menerutu beberapa teman bisa, namun saya pribadi belum pernah mencoba untuk pembenihan

      Hapus
  25. assalamualaikum bang.saya pemula kelas nol kecil.
    1.saya mau pasang lele sangkuriang tp ga ada bibit sama sekali bang mohon info..?
    2.ukuran kolam 6x3x1.5 plastik tabur berapa bang..?
    3.pengganti teh celup untuk pengomposan instan ada ga bang..?
    4.dari obat sampai pelet saya ga ngerti sama sekali mohon saran bang..?
    5.ada paketan ga bang untuk rincian di atas...?
    6.rencana panen 60 hari habis modal berapa kira2 bang..?
    7.daerah saya NTB panas.tp menggunakan air pegunungan..?
    8.alat ph air yang pas n ekonomis kira2 berapa bang...?
    terimakasi sblmnya bang atas waktu mohon saran dan petunjuk dari abang sekiranya berkenan meluangkan waktu membantu dalam hal ini.sblmnya terima kasih wassalamualaikum
    4.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. daerah mana gan?
      2. standar (untuk awal awal coba) 2000, padat tebar bida 6000 up
      3. pake probiotik, cek SOP NWS
      4. baca-baca postingan di blog ini, sebagian besar dah dibahas
      5. paketan giman maksudnya?
      6. panen minimal 2 bulan-3 bulan. untuk saat ini (25/12/2014) perkiraan habis modal 1.200.000 / 1000 ekor lele.
      7. gak masalah
      8. pake kertas lakmus, namun disarankan yang digital sekitar 250 ribuan

      Hapus
    2. NTB Belom punya info pembenih gan

      Hapus
  26. assalamualaikum bang.ada kontak persion personal ga bang untuk bisa di hubungi.sekalian silaturahmi..daerah saya ntb terkenal dgn madu sumbawa dan susu kuda liar....tp ga da lele bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan kontak lewat facebook: https://www.facebook.com/taopik.ridwan.garut

      Hapus
  27. assalamualaikum agan problem yang saya hadapi pengiriman bibit yang bagus( bibit berasal dari kolam terpal).kalo pengiriman dari garut 3 hari dua malam.kalo dai malang 2 hari satu malam...baiknya gimana...mohon info n saran bang

    BalasHapus
    Balasan
    1. cari yang terdekat dan cepat. Namun HARAP benar benar di perhatikan penyedia bibitnya terpercaya apa tidak. penipuan online marak terjadi. kenapa tida beli indukan saja, lalu coba pijahkan di sana. lebih aman kayaknya. soalnya indkan lebih tahan lama diperjalanan

      Hapus
  28. Ikutan nanya maklum masi pemula
    Kalo mau aplikasikan disaat lele uda ditebar selama sebulan gmn gan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa langsung di aplikasi seperti diatas, namun sebelumnya ganti ari 50% - 60% terlebih dahulu

      Hapus
  29. bos mau nanya, kalo lele muter muter obatnya pa ya, maklum pemula

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau lele dah muter2, biasanya mati, gak perlu di obati, fokus sama yang masih sehat, buang air dasar, ganti dengan air baru, tambahkan garam krosok, atau antibiotik kedalam kolam

      Hapus
  30. nanya lgi bos, hasil permentasi di atas bisa gak untuk cmpuran pelet, terus dolomit apa bisa pake dolomit pertanian?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa, dolomit yang digunakan memang dolomit pertanian

      Hapus
  31. bos kalau permentasi di atas baunya mirip telor bosok, tp warnanya kuning kecoklatan, kira2 itu berhasil gk?

    BalasHapus
  32. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  33. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  34. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  36. Kalo untuk 100 ekor/m3 gmna brow? Bs ga? Mohon pncrahannya. Tq

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo untuk kepadatan segitu mending pake cara organik, lebih mudah dan murah perawatannya

      Hapus
  37. Bagaimana mengatasi permukaan air kolam yang bergelembung dan seolah mengental, apa yang menyebabkan demikian. sekitar kolam dikelilngi tembok dan diatas atap sekitar 80% apakah ini mempengaruhi juga?. Terimakasih atas pencerahannya. salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. semakin lama maka kadar amoniak dan kotoran akan semakin meningkat. itu wajar. kurangnya pasokan sinar matahari juga mempercepat terjadinya hal ini. solusi buang air dasar dan ganti air baru yang sudah di tandon kalau bisa kurang lebih 30-50% tergantung kondisi

      Hapus
  38. Agan, sy punya kolam uk 3x3 m, mau sy tebar lele uk 7-8, kepadatan 500-700/m. Pertanyaanya, perlu aerator brapa titik agar RWS berhasil. Sekian trimakasih banget.

    BalasHapus
  39. gan saya coba buat rwd, sblum tebar benih hasil permentasi sudah di aplikasikn mula mula air berwana hijau kemudian coklat, tp setelah tebar benih saua tambh volume air 30% dan hasil permentasi masih di aplikasikn, tapi warna air kok hijau lagi, itu gmana gan? terus kalau kolam ukurn 2x5 tebar 1500 kepadatan gak gan, oya itu smua tanpa aerasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang akan kembali ke hijau dahulu setelah tebar benih, nnti baru akan berangsur berubah. usahakan padat tebar di kisaran 300-350/m3

      Hapus
  40. bos kemaren saya masukin air ke kolam, menstandarkn PH air saya kasih daun pepaya yang di blender, kemudian saya beli EM4, apa bisa em4 saya tebar kekolam, setelah ada blenderan daun pepaya?

    BalasHapus
  41. Kalo ragi tape, diganti ma ragi tempe bisa ga brow?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trus brp gram untuk takarannya, trims!

      Hapus
    2. Trus brp gram untuk takarannya, trims!

      Hapus
    3. Trus brp gram untuk takarannya, trims!

      Hapus
    4. Saya belum coba kalo di ganti ragi tempe

      Hapus
  42. berapa dosis pemberian dolomit per minggu gan ? apa tetap 300mg per minggu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Disesuaikan saja, teknik ini memerlukan peralatan lengkap seperti ph meter, do meter, dan suhu.

      Hapus
  43. Misi om mau nanya saya punya kolam 3x4 m ni, bisa gak saya isi bibit lele 3000 ekor dlm kolam ini dengan tehnik rws

    BalasHapus
  44. Can this article be in English? so that people from other countries can read and implement the system? this is a very good source of fish culture system and can be useful.

    Thanks
    Maidul Islam from Bangladesh

    BalasHapus
  45. Can we use Lactobacillus Casei Cultured Milk from Betagen Thailand? we do not have Yakult in Bangladesh. What is Yeast Tape? what is the weight (gm) of yeast tape?

    Thanks in Advance
    Maidul Islam

    BalasHapus
  46. My Email address is delphixpart@gmail.com, it will be very helpful if you can send me a complete SOP for RED water system in english. I have 2 terpal kolam, 11x11 feet and trying this aqua-culture system.

    Any assistance from you is highly appreciated.

    BalasHapus
  47. gan saya lg keteteran ne.... kalo lele kena penyakit moncong putih obatin pakai apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Moncong putih agak merepeotkan memang, bebrapa antibiotik yang biasa digunakan saat ini sudah tidak boleh digunakan. alternatifnya pisahkan yang terkena penyakit, rendam dalam larutan garam, masukan kedalam kolam karantina

      Hapus
  48. Simpan jrigennya ditempat gelap atau kena cahaya mas?

    BalasHapus
  49. Saya implement RWS pada kolam bundar diameter 2 m tinggi 1 m, isi bibit 1500, masih bisa lanjut gak gan? baru tebar sekitar 2 minggu. Thanks.

    BalasHapus
  50. bisakah antibiotik dipakai dalam sistem RWS

    BalasHapus
  51. Sekarang curah hujan tinggi, aplikasi rws di kolam sudah ada ikan 1 bulan bagaimana?, trims.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak masalah, aplikasi secara rutin Insya Allah Kolam tidak Masalah, kalau bisa dosis Kapur di tambah sedikit

      Hapus
  52. Duh brti saya salah om..sya pake gula merah sekilo di cairkan nya ga pake air.. brti kebanyakan ya om.. pantesan ga merah2.. tp bau nya udah kaya tape.. tp gula nya kecium tajam bgt

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan terlalu banyak gula, bisa-bisa nanti biaya produksi membengkak

      Hapus
  53. Gan.. klo dosis nya saya aplikasikan 50ml/m3 apakah berpengaruh terhadap lama air menjadi merah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya pengaruhnya terhadap PH, makanya sebaiknya di atur pemberiannya

      Hapus
  54. Mas saya udah nyoba, tp air ga berubaah merah, dari ijo terus berubah coklat kemudian stag di warna coklat, hanya permukaan dinding kolam saja yg mengerak berwarna merah.. Itu kenapa? Saya tidak pakai aerasi. Apakah aplikasi ini harus menggunakan aerasi?..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak perlu, memang ada yang berubah ke merah ada juga yang demikian, gak masalah, hany kandungan bakterinya saja yang berbeda

      Hapus
  55. Berapa lama biasa air berubah jadi merah sejak air di fermenntasi?

    BalasHapus
  56. Sob hasil permentasinya jadi bau tuak gasnya banyak dan bau sekali. Emang gitu hasilnya.

    BalasHapus
  57. Apa bener system rws gk perlu ganti air sampe panen... Dan hasil pembesaran nya gimana normal apa lebih singkat?

    BalasHapus
  58. Numpang tanya pak..saya ada kolam dg ukuran 3x2x80cm sebaiknya ketinggian airnya brp ya pak...?
    Mohon pencerahan pak...

    BalasHapus
  59. apa selama 1,5 bln air untuk menunggu berwarna merah gk perlu ganti air pak boss tri,s tolong pencerahan

    BalasHapus
  60. pak numpang tanya saya sebagai pemula Sistem RWS. probiotik hsil frementasi it. apkah di tebar ke kolam tiap hari?? klu untuk kolam terpal 3x3 ,dosisnya probiotik brp takaranya pak? mhon bantuany pak?

    BalasHapus
  61. Assalamau'alaikum mas, apa perbedaan bahan antara Rws dan Rws Instan (SOP NWS) ?, terima kasih

    BalasHapus
  62. Mau tanyak Om , Klw kolam terpal diameter 3 tinggi 1,2 diisi 5 rb, dengan sistem rws ini bisa enggak. Sebelumnya terima kasih

    BalasHapus
  63. Gan, Yakult nya diganti dengan susu Kefir bisa ga ? Gan,,tks

    BalasHapus

Cari Artikel Budidaya


Kirim postingan terbaru ke Email