Utama » , , , » Mungkinkah Lele sangkuriang menjadi komoditas Ekspor?

Mungkinkah Lele sangkuriang menjadi komoditas Ekspor?

Dipostingkan Oleh RDOne Barakah pada Sabtu, 15 Juni 2013 - Diupdate Pada: Sabtu, Juni 15, 2013

Ada banyak komoditi peternakan yang bisa dijadikan komoditi eksport, terutama di bidang perikanan. Karena letak geografis negara kita yang di dikelilingi lautan. Sebut saja sidat, ikan kerapu, dan beberapa jenis ikan lainnya.
(suaramerdeka.com/Ruli Aditio)
Setelah beberapa lama bergelut dalam bisnis ini timbul pertanyaan apakan lele sangkuriang ini bisa diekspor? lalu kemana saja?

Sebelum lebih jauh saya hanya ingin mengutarakan beberapa hal menarik tentang sikumis yang menguntungkan ini.

Seiring dengan berkembangnya pola pengembangan/pembesaran lele belakangan ini (Pemeliharaan lele menjadi lebih higienis dan terjaga, serta banyak yang menggunakan sistem Organik), Konsumen lele juga menyebar luas. Dari desa hingga ke kota. Tidak saja masyarakat yang makan di warung-warung tenda dengan sambal terasi dan lalapan, tetapi merambah ke konsumen menengah atas. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan Made L Nurdjana, Rabu (29/7) di Sukabumi, Jawa Barat, mengungkapkan, terus meningkatnya konsumsi lele dan produk olahannya secara otomatis mendorong peningkatan produksi lele dalam negeri. Jadi Peluang dalam negeripun masih terbuka sangat lebar,

Namun hal ini tentunya tidak menutup kemungkinan akan peluang ekspor. Dewasa ini permintaan lele juga tidak saja berasal dari dalam negeri. Konsumen di Amerika Serikat dan Eropa juga sudah melirik lele. Begitu pula dengan Singapura dan Malaysia.

Namun menurut beberapa sumber ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika Produksi Lele Sangkuriang kita ingin masuk kedalam komoditas Ekspor. diantaranya adalah:
  1. Kualitas Premium, Artinya kembangkan lele sangkuriang kita tidak sebatas pada pemeliharaan biasa (Asal gede), tapi dibarengi dengan teknik dan tatacara yang benar.
  2. Keberlangsungan Pasokan, hal ini penting karena jumlah pasokan yang stabil sangan menjamin terjadinya pasar yang baik
  3. Higienis, kebanyakan penolakan datang dikarenakan lele hasil produksi lokal biasanya mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. Hal ini tidak terlepas dari pola pemeliharaan yang kurang tepat, misal pemberian pakan sisa yang sudah basi, pemberian bangkai, dan pemberian bahan kimia yang berlebihan (misal: obat-obatan)
  4. Wawasan dan Pengetahuan (ini menurut saya probadi hehe), sangat penting bagi kita untuk melek informasi secara global jika kita berniat melakukan ekspansi lele kita ke luar negeri. karena hal ini akan sangat membantu dalam menjalankan bisnis ini.

Jadi, selalu ada cara dan jalan bagi kita untuk bisa mencapai pasar internasional, karena memang kebutuhan itu selalu ada. Maaf jika ada analisis yang kurang tepat.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

0 comments:

Posting Komentar

Cari Artikel Budidaya


Kirim postingan terbaru ke Email